Laporan Tugas Kewirausahaan

Labels:

Reactions: 

        LATAR BELAKANG
Laporan hasil penjualan kaos ini digunakan untuk memenuhi tugas kewirasahaan. Di dalam mata kuliah ini, mahasiswa Sosiologi dan Antropologi mampu mengenal dunia kewirausahaan. Untuk mencoba dosen pengampu mata kuliah Kewirausahan mengusulkan untuk para mahasisiwanya mencoba melakukan apa itu berwira usaha dengan mencoba hal-hal yang mudah terlebih dahulu. Untuk mencoba hal-hal yang mudah terlebih dahulu, Bapak Ketua Jurusan Sosiologi mengadakan pengadaan barang berupa kaos yang bertuliskan FIS SMART dan terdapat logo dari UNNES untuk dapat diperjualkan oleh mahasiswanya untuk mencoba dunia kewirausahaan.
Dengan mempromosikan kaos, setidaknya mahasiswa mencoba untuk berusaha melakukan tugas menjual kaos sebagai nilai MID Semester dan bisa merasakan bagaimana caranya mempromosikan kaos bertuliskan FIS SMART kepada orang-orang yang dikenalnya hingga kepada orang-orang yang tidak dikenalnya.

 PROSES PENJUALAN
Di dalam melakukan tugas mata kuliah kewirausahaan yaitu dengan menjual kaos bertuliskan FIS Smart, saya mengawalinya dengan menjual kaos tersebut di depan autorium ketika ada  wisuda fakultas FIS. Pada waktu itu saya sedang berada di Semarang bawah karena saudara saya di Semarang- Barito memiliki hajat. Ketika acara sudah selesai, saya kembali ke UNNES Sekaran dan baru sampai di depan kos, saya mendapatkan SMS dari teman satu rombel kalau mereka hendak menjual kaos FIS Smart di acara wisuda Fakultas hari itu dan jam itu juga. Karena refleks, saya langsung melepaskan helm,sarung tangan dan masker hidung dan saya letakkan begitu saja di kamar untuk segera menuju ke gedung auditorium. Ketika saya mau menuju gedung auditorium, saya mendapatkan SMS lagi dan disuruh untuk membawa kantong plastik untuk membungkus kaos nanti apabila terjual. Setelah memngambil kantung plastik saya meluncur ke gedung auditorim dan saya mencari teman-teman saya yang sedang berjualan kaos yang tepat berada di depan teras auditorium sebelah kiri dekat dengan pohon megalami banyak kendala. Waktu  saya sudah sampai di auditorium, ternyata teman-teman saya sudah menyebar untuk mempromosikan kaos FIS Smart kepada saudara ataupun para orang tua dari para wisudawan FIS. Dari pagi hingga acara wisuda selesai kaos yang di jual tersebut sangat sulit untuk dijual karena harganya yang terlalu mahal dan dengan kualitas yang pas-pasan. Beberapa orang-orang yang melihat-lihat di lapak yang dipajang kaos sudah saya ajak untuk dapat mau membeli kaos, dengan berbagai alasan calon pembeli tersebut mengelak kalau tidak ada kaos yang ukuran XL sehingga beliau tidak jadi membeli. Kemudian ada bapak-bapak yang saya taawarkan kaos merah itu dan mengatakan”saya sudah punya kok mb, ini kaosnya sedang saya pakai, kainnya malah lebih halus dan sablonannya lebih dari sablonan kaos merah itu”. Langsung saja saya yang mendengarnya langsung mengurunkan niat untuk menawarkan kaos itu kepada bapak-bapak tersebut.
Karena di audit saya tidak mendapatkan pembeli yang mau dengan kaos merah FIS Smart tadi kemudian saya pulang ke kos untuk menawarkannya kepada para penghuni kos. Ketukan pintu dari satu kamar ke kamar yang lain dengan berbagai rayuan, para penghuni kos banyak yang menolak untuk membeli kaos itu karena harganya tidak sesuai dengan kantung mahasiswa dan bahan yang menurut mereka tidahlah bagus.
Gagal menjual kaos di kos-kosan, saya mencoba kembali menawarkannya di MAKO KSR (Markas Komando) di gedung UKM Pusat UNNES. Dari satu orang ke orang lainnya jawabannya  sama “tidak terimakasih, kaosnya terlau mahal”. Saya sudah cukup putus asa mendengar banyak kata-kata tolakan dari para calon pembeli yang saya tawarkan. Ketika saya di teras dengan membawa kaos, tiba-tiba ada anak dari UKM lain yang menanyakan kaos itu. Setelah mengetahui harga dari kaos itu, anak itu langsung tidak jadi membelinya. Meskipun ia menawar dengan harga setengah dari harga asli, saya tidak memberikannya.
Selama berhari-hari kaos saya biarkan tergeletak di kamar kos karena terlalu banyak tugas yang harus saya kerjakan. Ketika waktu pengumpulan tugas penjualan kaos untuk mata kuliah kewirausahaan semakin dakat dengan penggumpulan tugas, saya pun akhirnya nekat untuk menjual kaos satu-satunya yang saya bawa untuk saya tawarkan kepada bapak-bapak yang sedang menjemput istrinya PLPG di sekitar kampus MIPA. Dengan berbagai alasan yang saya sampaikan kepada seorang bapak-bapak, akhirnya bapak tersebut mau untuk membeli kaos yang saya bawa dengan membayar Rp xx.xxx. Mungkin bapak tersebut mau membeli kaos yang saya tawarkan karena terdapat logo UNNES di dalam kaos tersebut, mekipun istri yang di tunggunya tersebut sedang mengikuti PLPG untuk guru SD di MIPA.


 KENDALA
Dari proses penjualan kaos di atas, pasti terdapat kendala-kendala yang dirasakan dalm pelaksanaan tawar menawar dengan orang-orang yang ditawarkan kaos FIS SMART, antara lain :
ü  Harga kurang terjangkau
Harga yang dipatok terlalu tinggi untuk sebuah kaos berlengan pendek dan susah untuk ditawarkan di lingkungan kampus yang kebanyakan adalah para mahasiswa dengan kantong mahasiswanya.

ü  Kaos yang diberikan sangatlah terbatas jumlahnya
Kaos yang diberikan dari pihak jurusan Sosiologi dan Antropologi terbatas. Dari jurusan hanya menyediakan kaos yang sesuai dengan masing-masing rombel, sehingga 1 anak mendapatkan 1 kaos untuk bisa dijual oleh satu anak. Dan di wajibkan untuk setiap anak menjual 1 kaos untuk dapat mengerjakan laporan MID semester dari mata kuliah yang diambil.

ü  Keterbatasan ukuran kaos dan warna yang disediakan
Untuk warna kaos dari pihak jurusan hanya menyediakan hitam dan merah serta ukuran S dan M. Jadi ketika akan menjualnya, saya hanya mempunyai stok 2 warna, merah dan hitam serta ukuran S dan M. Jika ada yang menanyakan ada ukuran L atau yang big size XL saya langsung menawarkan untuk “anaknya saja bu/pak”

ü  Bahan dari kaos itu sendiri tidak 100% katun
Bahan dari kaos yang dijualkan tidak begitu menyerap keringat dan terlihat panas untuk digunakan. Bahan kaosnya pun terlihat tipis.

ü  Model dari kaos itu sendiri hanya berlengan pendek saja, tidak ada yang berlengan panjang, sehingga apabila ada ibu-ibu atau anak muda yang berjilbab langsung enggan untuk membelinya

ü  Adanya tulisan FIS SMART
Pada kaos yang diperjualkan membuat saya dan teman-teman susah untuk menjualnya karena keterbatasan tempat, kami hanya bisa menjualnya di kalangan warga FIS, untuk menjualkan kepada warga di luar kampus FIS ini membutuhkan perjuangan yang cukup menguras keringat dan harus berusaha sangat keras dalam proses menawarkannya.

ü  Rasa sabar dan ikhlas yang besar
Karena waktu pertama kali saya menjual kaos tersebut di aditorium, beberapa orang banyak yang menciutkan rasa percaya diri saya untuk menjual kaos. Namun adanya rasa semangat, membuat saya untuk mencoba kembali menawarkan hingga di lingkungan kampus MIPA.

Comments (3)

salut dengan usaha saudara isnaeni dalam memasarkan produk kaos yang ingin dijualnya...semangat sekali yah..sesuatu...udah bagus untuk menjadi pewirausahawan pemula..lebih semangat lagi utnuk kedepannya..semangka..semangat kaka

hemm..
siph2...
smoga kelak menjadi wirausahawan yang berdikari.
:)

semangat dan usaha menjual kaosnya sudah bagus. Semoga benar bisa menjadi usahawan sejati.

Post a Comment